Sponsorship

Jumat, 16 Agustus 2013

Tokoh Trading Forex: Jan Sramek – Goldman Sachs, Umur: 24

Sramek terpilih sebagai Top Trader termuda dari 100 Top Trader di Wall Street. Dengan usianya yang masih muda, Sramek dikenal mempunyai temperamen yang cukup arogan. Dia membuat komentar di situs Twitter pribadinya sesaat setelah diwawancarai oleh 4 reporter CNN,
Saya baru saja berdebat ekonomi dengan 4 orang reporter CNN yang baru lulus kuliah. Mereka melihat saya seperti Gordon Gekko.
Gordon Gekko adalah seorang tokoh utama antagonis (diperankan oleh Michael Douglas) di dalam film “Wall Street” yang mempergunakan kekuatan uangnya dalam mengendalikan market. Mhhmm…. jadi teringat George Soros

Namun meski pribadinya yang dikenal arogan dan ambisius, Sramek dikenal sebagai individual yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai siswa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dan sekarang masih berstatus sebagai siswa di London School of Economic.

Perjalanan karirnya sebagai trader dimulai ketika berusia 13 tahun. Setelah kuliah dia pengalaman tradingnya semakin menanjak dan dia mengumpulkan banyak uang dari hasil trading.

Pengalaman tradingnya tidak main-main, Sramek sempat menjadi analis market di investment bank seperti AKO Capital, Marshall Wace, Barclays Capital, Deutsche.

Sampai akhirnya Sramek menginjakkan kakinya di belantara Wall Street bersama Goldman Sachs, dan disinilah karirnya menanjak pesat. Bersama rekan satu tim nya di divisi Emerging Market Trading Desk Goldman Sachs, dia meraih hasil yang sungguh mencengangkan dunia.
story of trader jan sramek

Di quarter pertama 2010, divisi Sramek membuat rekor trading 35 hari tidak pernah loss dan menghasilkan lebih dari 100 juta dollar Amerika untuk kas Goldman Sachs.
Berikut adalah kutipan wawancara dengan Jan Sramek :

Apa yang memotivasi kamu?
Saya berkompetisi dengan diri saya sendiri. Bekerja dengan orang yang bisa membuat saya terkejut dan belajar darinya.
Apa target kamu di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan di masa 15 tahun yang akan datang?
Idealnya saya bekerja di bidang finansial, namun disatu sisi saya juga suka menjadi entrepreneur. Market itu seperti puzzle yang fantastik dan terus berubah setiap anda menambahkan satu demi satu bagian puzzle. Saya sangat menyukai tantangan intelektual seperti ini.
Apa tujuan hidup yang ingin anda capai?
Saya ingin menjadi orang yang membuat sesuatu perubahan yang besar, dan saya butuh posisi yang kuat untuk ini. Sekolahan mendidik kita sesuai buku teks, mereka jarang melahirkan seorang individu yang berpikir secara independen.
Jika kamu menjadi CEO di suatu perusahan di dunia? perusahaan mana yang kamu inginkan? dan kenapa?
Saya tidak ingin itu. Saya mungkin tertarik untuk menjadi seorang hedge fund, namun hanya untuk belajar bagaimana mengelola. Saya tidak melihat posisi CEO sebagai sesuatu yang menarik.
Apa kamu punya buku atau blog favorit?
Saya subscribe (berlangganan artikel melalui email) di 168 situs dan blog. Jadi saya punya beberapa blog favorit yang semuanya mengenai entrepeneurship dan financial markets.
Dalam kalimat terakhirnya, Sramek meninggalkan pesan bagi semua trader,
See everything in terms of risk-reward, almost like a trade. Determine your entry, exit and stop loss. Know when to get out.
Sebagai Top Trader termuda, Sramek menekankan bahwa risk-reward menjadi komponen penting dalam kesuksesan tradingnya. Sesuatu hal yang sebenarnya sangat basic, mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan ketika emosi dan keserakahan mengambil alih akal sehat kita.

Kabarnya Jan Sramek sudah resign dari Goldman Shachs sehari setelah ulang tahunnya yang ke 24 tahun. Setelah itu dia memutuskan "gambling" untuk mendirikan perusahaan miliknya sendiri.
 

=====================================
Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan berinvestasi dalam trading forex. Trading forex memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan seluruhnya. Kami menyarankan agar bila merasa ragu-ragu dalam berinvestasi dalam hal forex JANGAN SEKALI-SEKALI MENGINVETASIKAN UANG ANDA. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex. Stefan Sikone

Senin, 05 Agustus 2013

BELAJAR DARI TOKOH FOREX BENYAMIN GRAHAM

Dalam tulisan kedua tentang belajar dari tokoh forex ini, penulis menghadirkan kepada para pembaca tentang salah satu tokoh forex, Benjamin Graham – Mentor Investor Dunia. 

• Lahir : 8 Mei 1894 
• Wafat : 21 September 1976 (umur 82 tahun)
 • Pendidikan terakhir : Columbia Business School 
• Karir terakhir : Finance Investment
 • Almamater : Columbia University 
• Murid-murid terbaik : Jean-Marie Eveillard, Warren Buffett, William J. Ruane, Irving Kahn, Hani M. Anklis, Walter J. Schloss 
• Kontribusi dalam penulisan buku :Security Analysis (1934) & The Intelligent Investor (1949) 

Benjamin Graham (8 Mei 1894 - September 21, 1976) telah dianggap sebagai seorang ekonom Amerika dan investor profesional. Graham dianggap sebagai pendukung pertama teori Nilai investasi atau Value Investment,yang juga adalah teori pendekatan investasi saat ia mulai mengajar di Columbia Business School pada tahun 1928 dan teori Nilai investasi tersebut kemudian disempurnakan dengan David Dodd melalui berbagai edisi buku terkenal mereka yang disebut Security Analysis. 

Murid-murid Benjamin Graham yang memakai teori nilai Investasi adalah Jean-Marie Eveillard, Warren Buffett, William J. Ruane, Irving Kahn, Hani M. Anklis, dan Walter J. Schloss. Buffett, yang adalah murid kesayangan Graham karena intelektualnya. Buffet menganggap Graham sebagai orang yang paling berpengaruh kedua dalam hidupnya setelah ayahnya sendiri karena Graham telah dengan sangat gamblang mengajarkan Buffet tentang landangan kerangka investasi. Graham juga menginspirasi murid lainnya yaitu Kahn. 

Ini adalah awal mula Buffett diberikan tanggung jawab besar, dari situ ia tidak pernah berhenti untuk menyerap, sekaligus berterima kasih atas apa yang ia pelajari dari seorang Benjamin Graham. Menarik untuk diketahui bahwa; salah satu investasi Newman Graham GEICO milik Graham, merupakan awal dari akuisisi Berkshire Hathaway yang hingga saat ini masih menjadi roda investasi besar di Grup Buffett. 

Perjalanan hidup Benjamin Graham menuju puncak sukses pasti penuh dengan lika-liku dan rintangan, layaknya investor sebagai manusia biasa. Ia pun harus melewati langkah sulit dan berjuang keras di era krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat pada masa itu. Biografi Benjamin Graham. 

Benjamin Graham terlahir di kota London tahun 1894, anak seorang importir. Keluarganya bermigrasi ke Amerika pada saat ia masih sangat muda dan membuka usaha pengimpor. Keadaannya berubah menjadi mimpi buruk ketika ayahnya meninggal dunia tidak lama setelah pindah ke Amerika pada tahun 1907 selama krisis ekonomi pada saat itu.                                  
                 
Melewati masa krisis, Benjamin Graham tetap berhasil masuk kuliah di Columbia University. Ketika di bangku kuliah, ia adalah seorang bintang kelas yang mahir di berbagai bidang. Meskipun ditawarkan pekerjaan menjadi dosen setelah lulus, ia lebih memilih pekerjaan di Wall Street. 

Dia tidak membutuhkan waktu lama, kecerdasan alaminya muncul ketika ia mulai melakukan financial research, market analysis dan menjadi partner dalam suatu perusahaan. Pendapatannya langsung melonjak naik menjadi lebih dari $500.000 setahun, jumlah yang signifikan besar untuk usia 25 tahun. 

Pada tahun 1926, Benjamin Graham membentuk kerjasama investasi dengan Broker, Jerome Newman. Di saat yang bersamaan, ia juga mulai mengajar dengan menjadi dosen kelas malam dibidang keuangan, Universitas Columbia. 

Krisis keuangan tahun 1929 hampir membuat Benjamin Graham bangkrut total, namun usahanya terselamatkan oleh bantuan dari penjualan sebagian besar aset-aset personal. Sang Istri pun terpaksa kembali bekerja sebagai guru dansa. Ben Graham dengan segera kembali berdiri, dari situ ia telah belajar pengalaman paling berharga. Sebuah rahasia yang akan dia wariskan kepada Investor di dunia melalui buku – bukunya. 

Pada tahun 1934, Benjamin Graham bersama dengan David Dodd (akademis Columbia), menerbitkan buku Security Analysis. Meskipun dalam masa krisis keuangan, buku itu tetap merekomendasikan: “sukses untuk berinvestasi dengan saham biasa adalah mungkin, selama prinsip-prinsip investasi yang sehat tetap diterapkan.”. Mereka telah memperkenalkan konsep intristic value / nilai fundamental untuk membeli saham dengan nilai tersebut. 

Kerjasama mereka pun berlanjut, namun kali ini lebih produktif dan tidak pernah lagi merugikan para investor mereka dengan nilai kesuskesan return tahunan sekitar 17%. Benjamin Graham berhasil menulis buku The Intelligent Investor pada tahun 1949, yang juga dianggap sebagai “Kitab Suci Investasi”. Beliau-pun akhirnya pensiun di tahun 1956 dan wafat tahun 1976. 

Krisis ekonomi global yang terjadi beberapa tahun terakhir telah menjadi rintangan bagi kita semua pastinya dan diperlukan kerja keras, pengorbanan dan pantang menyerah untuk menggapai kesuksesan layaknya Benjamin Graham dan juga investor kelas dunia lainnya di masa krisis pada saat itu. Melalui Biografi singkat ini, diharapkan memberi Anda pengetahuan, pengalaman serta inspirasi yang berarti.  

Sumber: 
========== 
Pertimbangkanlah secara matang bila anda akan berinvestasi dalam trading forex. Trading forex memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Anda bisa kehilangan dana dalam jumlah besar bahkan seluruhnya. Kami menyarankan agar bila merasa ragu-ragu dalam berinvestasi dalam hal forex JANGAN SEKALI-SEKALI MENGINVETASIKAN UANG ANDA. Kami tidak bertindak atas nama pialang berjangka manapun dalam melakukan trading forex. Stefan Sikone